Mark Zuckerberg sebagai CEO Facebook telah memberikan
kesaksiannya di depan Kongres, tentang bagaimana data pengguna dimanfaatkan
yang diduga untuk keperluan kampanye. Zuckerberg mengumumkan rencana Facebook
untuk memperbaiki pelanggaran privasi, meskipun dengan tegas menolak untuk
menyebutnya sebagai pelanggaran.
Meskipun sebagian besar atau 70 juta
akun yang datanya disalahgunakan ada di Amerika Serikat, pengguna Facebook di
negara-negara lain juga ada yang terkena dampaknya. Bahkan Indonesia termasuk
salah satu negara di luar Amerika Serikat yang kebocoran datanya paling tinggi,
yakni sekitar 1 juta akun. Bisa saja akun Facebook-mu juga termasuk
diantaranya. Nah Senin (9/4) kemarin, Facebook akhirnya memberikan notifikasi
atau pemberitahuan kepada siapapun yang akunnya bocor dan langkah-langkah yang
harus diambil untuk mengamankannya.
Dia mengklaim bahwa data tidak diretas atau
bocor. Adapun informasi yang dikumpulkan oleh aplikasi pihak ketiga digunakan
sebagai tes kepribadian yang dibuat oleh seorang peneliti. Sekitar 270.000
pengguna Facebook mendaftar untuk mengikuti tes, memberikan persetujuan untuk
mengumpulkan data mereka.
Aplikasi pihak ketiga tersebut juga dapat
mengumpulkan data teman-teman mereka. Peneliti kemudian memberi Cambridge
Analytica data mentah dari para pengguna.
Informasi pribadi itu
sangat berharga di era digital ini. Pasti ada orang di ‘luar sana’ yang ingin
membeli data-data pribadi dan menjualnya atau menggunakannya untuk kepentingan
mereka. Baik yang untuk mengetahui selera pasar atau secara langsung mengetahu
iklan-iklan apa yang tertarik lihat di feed medsosmu.
Wrote by Nada Syifa
